Kenaikan gaji tahunan, termasuk penyesuaian mengikuti upah minimum 2027, hampir selalu disambut baik karyawan. Namun bagi tim HR, kenaikan gaji bukan cuma soal menambah angka gaji pokok. Ada PPh 21 bulanan dengan metode tarif efektif rata-rata yang ikut bergerak naik karena penghasilan bruto bertambah.
Perencanaan yang baik dimulai dari simulasi. Dengan simulasi, HR bisa menghitung PPh 21 baru berdasarkan penghasilan bruto yang berubah. Hasil simulasi menjadi dasar untuk menyusun slip gaji dan memproyeksikan dampak kenaikan terhadap administrasi payroll.
Kenapa Kenaikan Gaji Tidak Selalu Menambah Take Home Pay Secara Proporsional?
PPh 21 bulanan untuk pegawai tetap menggunakan skema TER. Dalam skema ini, potongan PPh 21 dihitung dari penghasilan bruto bulanan dikali tarif efektif bulanan yang sudah disediakan pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023.
Tarif efektif bulanan berbentuk tabel berlapis. Semakin besar penghasilan bruto sebulan, semakin tinggi lapisan tarifnya. Karena itu, kenaikan gaji bisa membuat persentase potongan PPh 21 ikut naik.
Selain PPh 21, besaran penghasilan bruto juga berubah. Premi BPJS yang dibayar perusahaan menambah penghasilan bruto karyawan. Jika gaji naik, premi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang dibayar perusahaan ikut naik, sehingga penghasilan bruto yang menjadi dasar PPh 21 juga semakin besar.
Kenaikan gaji mengubah penghasilan bruto dan dapat mengubah tarif efektif bulanan. Potongan PPh 21 bulanan dihitung dari perubahan itu, bukan hanya dari gaji pokok baru.
Bagaimana Cara Menghitung PPh 21 Bulanan dengan Metode TER Setelah Kenaikan Gaji?
Langkah paling mendasar adalah menghitung penghasilan bruto bulanan yang baru. Komponennya meliputi gaji pokok, tunjangan tetap, dan premi asuransi yang dibayar pemberi kerja untuk BPJS Ketenagakerjaan serta BPJS Kesehatan.
Setelah penghasilan bruto didapat, tentukan kategori tarif efektif bulanan yang sesuai dengan data karyawan. Kemudian penghasilan bruto dikali tarif efektif bulanan pada lapisan yang sesuai.
Contoh untuk karyawan TK/0 dengan gaji lama Rp 8.000.000:
- Gaji dan tunjangan tetap sebulan
- Rp 8.000.000
- Premi BPJS dibayar perusahaan (JKK kelas sangat rendah, JKM, Kesehatan)
- Rp 363.200
- Penghasilan bruto sebulan
- Rp 8.363.200
- Kategori TER untuk status PTKP TK/0
- TER A
- Tarif efektif bulanan
- 1,5%
Dengan gaji Rp 8.000.000 sebulan, penghasilan bruto Andi sebesar Rp 8.363.200 berada pada kategori TER A dengan tarif efektif bulanan 1,5 persen. Potongan PPh 21 bulanannya Rp 125.448.
Jika gaji Andi naik menjadi Rp 10.000.000:
- Gaji dan tunjangan tetap sebulan
- Rp 10.000.000
- Premi BPJS dibayar perusahaan (JKK kelas sangat rendah, JKM, Kesehatan)
- Rp 454.000
- Penghasilan bruto sebulan
- Rp 10.454.000
- Kategori TER untuk status PTKP TK/0
- TER A
- Tarif efektif bulanan
- 2,5%
Pada gaji baru itu, penghasilan bruto Andi menjadi Rp 10.454.000 dan masuk kategori TER A dengan tarif efektif bulanan 2,5 persen. Potongan PPh 21 bulanannya naik menjadi Rp 261.350.
Perubahan gaji Andi dari Rp 8.000.000 menjadi Rp 10.000.000 menaikkan PPh 21 bulanan dari Rp 125.448 menjadi Rp 261.350. Kenaikan PPh 21 terjadi karena penghasilan bruto bergeser dari lapisan tarif 1,5 persen ke lapisan tarif 2,5 persen.
Apakah Semua Karyawan dengan Gaji Sama Memiliki Potongan PPh 21 yang Sama?
Tidak selalu. Penghasilan bruto bulanan menjadi dasar perhitungan PPh 21 TER. Namun hasil per karyawan dapat berbeda karena premi BPJS yang dibayar perusahaan bisa berbeda, tergantung gaji dan komponen yang dihitung.
Simulasi untuk karyawan K/2 dengan gaji baru Rp 12.000.000:
- Gaji dan tunjangan tetap sebulan
- Rp 12.000.000
- Premi BPJS dibayar perusahaan (JKK kelas sangat rendah, JKM, Kesehatan)
- Rp 544.800
- Penghasilan bruto sebulan
- Rp 12.544.800
- Kategori TER untuk status PTKP K/2
- TER B
- Tarif efektif bulanan
- 3%
Pada contoh itu, penghasilan bruto Siti sebesar Rp 12.544.800. Kategori TER yang digunakan adalah TER B dengan tarif efektif bulanan 3 persen. Potongan PPh 21 bulanannya Rp 376.344.
Bagi HR yang mengelola penyesuaian gaji massal, menyamaratakan persentase kenaikan saja belum cukup. Setiap karyawan perlu dipetakan berdasarkan penghasilan bruto dan kategori TER yang berlaku pada data payroll.
Apa Saja Komponen Pengurang Selain PPh 21 yang Ikut Berubah?
Kenaikan gaji juga mengubah dasar perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Beberapa iuran dihitung dari upah sebulan, dengan atau tanpa batas upah.
Komponen iuran yang berubah antara lain:
- JHT: 2 persen dari upah ditanggung karyawan, 3,7 persen oleh perusahaan, tanpa batas upah.
- JP: 1 persen dari upah ditanggung karyawan, 2 persen oleh perusahaan, dengan batas upah Rp 11.086.300.
- BPJS Kesehatan: 1 persen dari upah ditanggung karyawan, 4 persen oleh perusahaan, dengan batas upah Rp 12.000.000.
Untuk gaji di bawah batas upah, seluruh gaji menjadi dasar iuran. Untuk gaji di atas batas upah, perusahaan perlu memastikan sistem payroll tidak menghitung iuran melebihi batas yang berlaku.
Perubahan iuran karyawan yang dipotong dari gaji akan memengaruhi take home pay. Karena itu, simulasi yang disiapkan HR perlu memuat seluruh komponen pengurang, bukan hanya PPh 21.
Bagaimana Cara Menyimulasikan Banyak Karyawan Sekaligus Tanpa Salah Hitung?
Penyesuaian gaji massal menyangkut puluhan hingga ratusan karyawan. Menghitung satu per satu dengan spreadsheet rawan salah input, terutama saat menyandingkan kategori TER, batas upah JP, dan batas upah BPJS Kesehatan.
Urutan data yang perlu disiapkan:
- Gaji pokok dan tunjangan tetap yang baru.
- Premi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang dibayar perusahaan.
- Penghasilan bruto bulanan baru.
- Kategori TER dan tarif efektif bulanan.
- PPh 21 bulanan baru.
- Iuran karyawan yang dipotong, seperti JHT, JP, dan BPJS Kesehatan.
- Take home pay baru.
Simulasi yang baik juga menampilkan perbandingan PPh 21 sebelum dan sesudah kenaikan, agar HR bisa menjelaskan perubahan potongan kepada karyawan.
Bagaimana Merencanakan Kenaikan Gaji agar Perubahan Komponen Terlihat Jelas?
Perusahaan tidak hanya menanggung kenaikan gaji pokok. Ada kenaikan iuran pemberi kerja untuk JHT, JP, JKK, JKM, dan BPJS Kesehatan.
Komponen iuran yang ditanggung pemberi kerja antara lain:
- JHT: 3,7 persen dari upah.
- JP: 2 persen dari upah, dengan batas upah Rp 11.086.300.
- JKK: 0,24 persen sampai 1,74 persen tergantung kelas risiko.
- JKM: 0,30 persen dari upah.
- BPJS Kesehatan: 4 persen dari upah, dengan batas upah Rp 12.000.000.
Jika kenaikan gaji dilakukan serentak, total biaya perusahaan bertambah dari sisi gaji dan dari sisi iuran yang ditanggung pemberi kerja. Simulasi sebaiknya memisahkan antara perubahan PPh 21 karyawan dan perubahan komponen yang menjadi beban perusahaan.
Langkah Administrasi Setelah Simulasi: Slip Gaji Baru hingga Pelaporan SPT Masa di Coretax
Setelah simulasi selesai dan disetujui, langkah berikutnya adalah memastikan administrasi berjalan konsisten.
- Perbarui komponen gaji di sistem payroll.
Pastikan gaji pokok baru, tunjangan, dan dasar perhitungan iuran sudah masuk.
- Terbitkan slip gaji dengan rincian baru.
Slip memuat penghasilan bruto, komponen iuran, PPh 21 TER bulanan, dan take home pay.
- Simpan data pemotongan PPh 21 bulanan.
Data potongan bulanan harus tercatat rapi sebagai dasar penyusunan kewajiban pajak perusahaan.
- Periksa kembali kewajiban pelaporan SPT Masa.
Perubahan PPh 21 bulanan akibat kenaikan gaji menjadi bagian dari data yang perlu diperiksa sebelum pelaporan.
- Sosialisasikan perubahan ke karyawan.
Sampaikan komponen yang berubah secara ringkas, terutama jika karyawan mempertanyakan mengapa kenaikan gaji tidak membuat take home pay naik sebesar kenaikan gaji pokoknya.
Dengan simulasi terpusat, HR tidak perlu memeriksa ulang rumus satu per satu. Data karyawan, penghasilan bruto, tarif efektif bulanan, dan PPh 21 bulanan dapat dihitung otomatis, sehingga hasil simulasi lebih cepat dibandingkan pengolahan manual.
Bagi perusahaan yang sedang merancang kebijakan penyesuaian gaji tahunan, memulai dari simulasi PPh 21 bulanan adalah langkah yang lebih aman dibandingkan langsung menerbitkan slip gaji baru tanpa proyeksi.
Tanya jawab
Apakah kenaikan gaji selalu membuat tarif efektif bulanan karyawan naik?
Tidak selalu. Tarif efektif bulanan baru naik jika penghasilan bruto baru masuk ke lapisan tarif yang lebih tinggi pada tabel TER. Jika masih berada di lapisan yang sama, persentase tarifnya tetap.
Apakah batas upah JP berlaku sama untuk semua karyawan?
Batas upah JP sebesar Rp 11.086.300 sebulan berlaku umum. Jika upah sebulan karyawan melebihi batas itu, dasar perhitungan iuran JP tetap menggunakan batas upah tersebut.
Kenapa PPh 21 bulanan pegawai tetap dengan TER bisa berbeda setiap bulan?
Karena dasar perhitungannya adalah penghasilan bruto bulanan pada bulan berjalan. Jika ada komponen tidak tetap, penghasilan bruto bulan itu berubah dan tarif efektif bulanan dapat bergeser.
Siapa yang menanggung iuran JKK dan JKM?
Iuran JKK dan JKM seluruhnya ditanggung pemberi kerja. Karyawan tidak dipotong untuk kedua komponen itu.
Apakah simulasi PPh 21 harus memasukkan premi BPJS yang dibayar perusahaan?
Ya. Premi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang dibayar pemberi kerja menjadi penambah penghasilan bruto karyawan, sehingga memengaruhi PPh 21 TER bulanan.
Absensi, payroll, PPh 21, dan BPJS dihitung dari data yang sama, dengan tarif yang selalu terbaru.