Lembur & cuti8 Okt 20266 menit baca

Hitung Upah Lembur Pekerja Proyek dan Produksi Musiman Akhir Tahun (PP 35/2021)

Upah lembur dihitung dari upah sejam (upah sebulan ÷ 173) dikali pengali tertentu sesuai hari kerja, hari libur, dan pola kerja 5 atau 6 hari, mengacu pada PP 35/2021.

KGTim KelolaGajiTerbit 8 Okt 2026
Lembur & cuti: Hitung Upah Lembur Pekerja Proyek dan Produksi Musiman Akhir Tahun (PP 35/2021)

Lonjakan order akhir tahun membuat banyak pekerja proyek dan produksi musiman diminta lembur dalam waktu singkat. Kesalahan paling umum HR adalah menyamakan pengali lembur hari kerja dengan hari libur, padahal keduanya berbeda jauh dan bisa memengaruhi besar kecilnya upah yang harus dibayarkan. Artikel ini merinci rumus, pengali, dan contoh hitungan agar pembayaran lembur tetap sesuai PP 35/2021.

Kenapa lembur melonjak saat musim proyek dan produksi akhir tahun?

Perusahaan konstruksi mengejar target serah terima proyek sebelum tutup tahun, sementara pabrik menaikkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan musiman seperti pesanan ritel dan kebutuhan liburan. Kedua situasi ini memaksa pekerja bekerja di luar jam normal, termasuk pada hari libur dan istirahat mingguan yang seharusnya menjadi waktu pemulihan.

Tanpa sistem hitung yang rapi, HR berisiko salah bayar. Kurang bayar berpotensi memicu sengketa dengan pekerja atau serikat pekerja, sementara lebih bayar membebani biaya operasional yang sudah ketat di periode sibuk. Risiko ini makin besar ketika jumlah pekerja lembur banyak dan jadwalnya bertumpuk dalam waktu singkat.

Bagaimana dasar hukum dan rumus upah sejam untuk lembur?

Perhitungan upah lembur mengacu pada PP 35/2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja. Rumus dasarnya sama untuk semua jenis pekerja bulanan, baik yang bekerja di proyek maupun di lini produksi:

Intinya

Upah sejam = upah sebulan ÷ 173. Upah lembur = upah sejam × pengali sesuai jam ke berapa, jenis hari, dan pola kerja.

Angka 173 adalah pembagi standar jam kerja efektif sebulan yang berlaku umum dalam praktik penggajian di Indonesia. Setelah upah sejam diketahui, langkah berikutnya adalah menentukan pengali yang tepat berdasarkan tiga faktor sekaligus.

Berapa pengali upah lembur sesuai pola kerja dan jenis hari?

Pengali lembur berbeda tergantung tiga faktor: pola kerja (5 hari atau 6 hari seminggu), jenis hari (hari kerja biasa atau hari libur/istirahat mingguan), dan jam ke berapa lembur itu berlangsung. Semakin lama jam lembur, semakin besar pengalinya, dan semakin "berharga" jam istirahat yang dikorbankan pekerja.

Pola kerja 6 hari seminggu

Jam ke-Hari kerjaHari liburHari libur terpendek
11,5×2×2×
22×2×2×
3–2×2×
4–2×2×
5–2×2×
6–2×3×
7–2×4×
8–3×4×
9–4×–
10–4×–

Pola kerja 5 hari seminggu

Jam ke-Hari kerjaHari libur
11,5×2×
22×2×
3–2×
4–2×
5–2×
6–2×
7–2×
8–2×
9–3×
10–4×
11–4×
12–4×

Apa bedanya pengali lembur di hari kerja biasa dan hari libur/istirahat mingguan?

Perbedaan paling mencolok ada di jam pertama. Pada hari kerja biasa, jam pertama hanya dikali 1,5×, sedangkan pada hari libur atau istirahat mingguan jam pertama langsung dikali 2×. Ini karena lembur di hari libur dianggap menggantikan hak istirahat penuh pekerja, bukan sekadar perpanjangan jam kerja harian biasa.

Semakin panjang durasi lembur di hari libur, semakin cepat pula kenaikan pengalinya dibanding hari kerja biasa. Hal ini membuat lembur hari libur jauh lebih mahal bagi perusahaan, sehingga perlu dipertimbangkan matang-matang saat menyusun jadwal produksi musiman.

Bagaimana pola kerja 5 hari vs 6 hari mempengaruhi perhitungan lembur?

Pola kerja 6 hari mengenal kategori tambahan yaitu "hari libur terpendek", biasanya hari di mana jam kerja normalnya lebih pendek dibanding hari lain dalam seminggu. Pengali pada kategori ini meningkat lebih cepat dibanding hari libur biasa—jam ke-6 sudah 3× dan jam ke-7 sudah 4×.

Sementara itu, pola 5 hari tidak mengenal kategori hari libur terpendek, tetapi memungkinkan lembur hari libur hingga 12 jam dengan pengali maksimal 4× di jam ke-10 sampai ke-12. HR perlu memastikan pola kerja yang tercatat di sistem payroll sesuai dengan kondisi riil di lapangan, karena kesalahan pola kerja akan langsung mengubah hasil hitungan upah lembur.

Bagaimana contoh perhitungan lembur hari kerja biasa?

Andi bekerja sebagai helper proyek dengan pola kerja 5 hari seminggu dan upah sebulan Rp 5.000.000. Pada hari kerja biasa ia lembur selama 3 jam membantu penyelesaian proyek sebelum tenggat akhir tahun.

Andi · helper proyek · lembur hari kerja
Upah sebulan
Rp 5.000.000
Upah sejam (upah sebulan ÷ 173)
Rp 28.902
Pola kerja
5 hari seminggu
Hari lembur
Hari kerja
Lama lembur
3 jam
Jam ke-1
1,5 × upah sejam
Jam ke-2
2 × upah sejam
Jam ke-3
2 × upah sejam
Upah lemburRp 158.960

Jam pertama dihitung 1,5× upah sejam, lalu jam kedua dan ketiga masing-masing 2× upah sejam sesuai tabel pola 5 hari di atas. Perhitungan ini berlaku untuk setiap kali Andi lembur di hari kerja biasa, selama durasinya tidak melebihi 3 jam.

Bagaimana contoh perhitungan lembur hari libur?

Siti bekerja sebagai operator produksi dengan pola kerja 6 hari seminggu dan upah sebulan Rp 4.800.000. Karena target produksi musiman, ia diminta lembur penuh 8 jam pada hari libur mingguannya.

Siti · operator produksi · lembur hari libur
Upah sebulan
Rp 4.800.000
Upah sejam (upah sebulan ÷ 173)
Rp 27.746
Pola kerja
6 hari seminggu
Hari lembur
Hari libur
Lama lembur
8 jam
Jam ke-1
2 × upah sejam
Jam ke-2
2 × upah sejam
Jam ke-3
2 × upah sejam
Jam ke-4
2 × upah sejam
Jam ke-5
2 × upah sejam
Jam ke-6
2 × upah sejam
Jam ke-7
2 × upah sejam
Jam ke-8
3 × upah sejam
Upah lemburRp 471.676

Perhatikan bahwa jam pertama di hari libur sudah 2× upah sejam, jauh lebih besar dibanding jam pertama lembur hari kerja biasa. Jam ke-8 bahkan naik menjadi 3× sesuai tabel pola 6 hari, hari libur. Selisih ini menunjukkan mengapa menjadwalkan lembur di hari kerja biasa, bila memungkinkan, lebih hemat biaya dibanding memaksakan lembur penuh di hari libur.

Apa batas jam lembur yang perlu diperhatikan?

PP 35/2021 menetapkan batas maksimal lembur harian dan mingguan yang wajib dipatuhi perusahaan, termasuk perusahaan proyek dan manufaktur yang mengandalkan lembur musiman. Karena angka batas ini dapat berubah mengikuti aturan turunan dan kebijakan sektor tertentu, HR sebaiknya mengecek ketentuan terbaru langsung di kemnaker.go.id atau salinan resmi peraturan di peraturan.bpk.go.id sebelum menjadwalkan lembur massal saat musim puncak.

Mematuhi batas ini bukan sekadar formalitas administratif. Jam lembur yang terlalu panjang dapat menurunkan produktivitas, meningkatkan risiko kecelakaan kerja, dan berpotensi menimbulkan klaim di kemudian hari jika terjadi masalah kesehatan atau keselamatan kerja.

Bagaimana menghindari kesalahan hitung lembur saat banyak pekerja lembur bersamaan?

Saat puluhan atau ratusan pekerja lembur bersamaan dalam periode musiman, kesalahan manual sering terjadi karena pola kerja dan jenis hari berbeda-beda antar pekerja, antar tim, bahkan antar shift. Beberapa langkah yang membantu meminimalkan kesalahan:

  • Catat pola kerja (5 atau 6 hari) per pekerja secara konsisten di data induk, jangan berubah-ubah tanpa pembaruan sistem.
  • Tandai hari libur dan istirahat mingguan masing-masing tim produksi atau proyek, karena jadwalnya bisa berbeda antar shift kerja.
  • Rekap jam lembur harian secara real-time, bukan menumpuk di akhir bulan, agar mudah diverifikasi sebelum masuk periode penggajian.
  • Lakukan verifikasi ulang sebelum slip gaji terbit, terutama untuk lembur hari libur yang pengalinya jauh lebih tinggi dibanding hari kerja biasa.
  • Pisahkan rekap lembur berdasarkan jenis hari sejak awal, agar petugas payroll tidak perlu menelusuri ulang jadwal kerja satu per satu.

Bagaimana sistem payroll membantu hitung lembur musiman secara akurat?

Volume lembur yang tinggi saat musim proyek dan produksi akhir tahun membuat perhitungan manual rawan salah, terutama saat pola kerja dan jenis hari bercampur dalam satu periode gaji. Sistem payroll seperti KelolaGaji dapat mengatur pengali lembur sesuai pola kerja dan jenis hari secara otomatis, sehingga HR tidak perlu menghitung satu per satu untuk setiap pekerja setiap kali ada jadwal lembur mendadak.

Dengan pencatatan yang terpusat, HR juga lebih mudah menelusuri riwayat lembur per pekerja bila sewaktu-waktu diperlukan untuk audit internal atau pemeriksaan ketenagakerjaan. Pelajari pengaturan lembur lain di kategori lembur & cuti atau lihat paket layanan di halaman harga.

Tanya jawab

Apakah pekerja harian lepas juga berhak atas upah lembur sesuai PP 35/2021?

Ketentuan upah lembur berlaku untuk pekerja yang bekerja melebihi jam kerja normal sesuai hubungan kerjanya, termasuk pekerja harian, selama ada kesepakatan kerja yang sah. Detail penerapan untuk status kerja tertentu sebaiknya dikonfirmasi dengan aturan internal perusahaan dan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Apakah pembagi 173 berlaku untuk semua jenis pola kerja?

Angka 173 adalah pembagi standar untuk menghitung upah sejam dari upah bulanan, dan digunakan dalam contoh perhitungan pada artikel ini sesuai praktik umum penggajian.

Bagaimana jika pekerja lembur melebihi jumlah jam pada tabel pengali?

Tabel pengali di atas mencakup jam-jam yang umum terjadi sesuai pola kerja 5 dan 6 hari; untuk kasus di luar itu, HR perlu merujuk ke aturan ketenagakerjaan resmi terbaru di [kemnaker.go.id](https://kemnaker.go.id).

Apakah upah lembur termasuk komponen yang dikenai potongan BPJS atau pajak penghasilan?

Upah lembur umumnya termasuk komponen penghasilan bruto untuk perhitungan PPh 21 bulanan, namun perlakuan pajak dan iuran secara spesifik sebaiknya dikonsultasikan dengan ketentuan yang berlaku dan bukan dijadikan patokan umum tanpa verifikasi kasus per kasus.

Biarkan KelolaGaji yang menghitung

Absensi, payroll, PPh 21, dan BPJS dihitung dari data yang sama, dengan tarif yang selalu terbaru.

Coba gratis
KGTim KelolaGajiDitulis dengan bantuan AI; angka dihitung mesin KelolaGaji dengan tarif yang berlaku saat terbit. Artikel ini adalah panduan umum. Untuk kasus khusus, konsultasikan dengan konsultan pajak atau ahli ketenagakerjaan Anda.